Selasa, 12 Maret 2013

Bagaimana Samudra Terbentuk?

Ahli geologi dan para ahli lain percaya dan bahwa Bumi terbentuk kira-kira 4600 juta tahun lalu dari awan  gas, debu, dan seterusnya yang besar. Kemudian, tercipta bola merah panas yang diselubungi apa yang jatuh dan terbentuknya lubang besar yang diisi dengan air hujan. Dengan demikian, tebentuklah samudra. Ini adalah perkiraan sederhana dan tidak ada yang diketahui dengan pasti mengenai pembentukan samudra, pot air yang luas dibumi ini. meskipun ssudah dilakukan banyak riset dan kemajuaan teknologi, laut dan samudra tetap merupakan misteri dan keajaiban alam. Tentu saja, pembentukan samudra dimulai segera setelah awan uap yang besar berubah menjadi air ketika Bumi menjadi dingin. Namun, kapan hal ini terjadi tepatnya atau seberapa tua usia samudra kita adalah sebuah pertanyaan yang sulit di jawab. Diperkirakan hal ini terjadi sekitar satu miliar tahun lalu. Perkiraan ini didasarkan pada penelitian garam mineral yang sekarang ini ditemukan disamudra dan lautan. Juga diperkirakan bahwa pada awalnya seluruh bumi tertutup air yang membentuk bentangan air yang kotinu dan tak berujung diatas seluruh dunia. Banyak daerah didunia yang pernah tenggelam beberapa kali. Sebagai contoh, endapan kapur, batu gamping, dan seterusnya yang terbentuk di Himalaya menunjukan bahwa daerah ini pernah berada dibawah laut yang dangkal, sebelum deretan pegunungan tersebut terbentuk. Para ahli geologi menemukan bahwa pada awalnya tidak ada Himalaya. Di antara India dan Tibet terdapat samudra yang luas dan dangkal. Massa daratan pada kedua sisi bertabrakan satu sama lain sebagai akibat pengeseran benua, mendorong daerah yang terletak dibawah air naik ke atas dan menciptakan Himalaya. Himalaya masih terus meninggi dan merupakan salah satu pegunungan termuda. India masih terus bergeser ke utara dengan kecepatan 2, 5-3 cm per tahun. Pembentukan samudra membutuh waktu cukup lama. Namun beberapa lamanya, tidak kita ketahui dengan pasti. Dewasa ini, hampir 75% permukaan bumi tertutup oleh badan air garam yang disebut samudra dan laut. Samudra dapat disebut sebagai perbatasan terakhir karena 90% dari sumber daya laut belum dimanfaatkan. Kebutuhan masa depan kita akan minyak, mineral, sumber energi yang diperbarui, makanan, gas alam, dan seterusnya akan dipenehui dari dasar samudra. Namun, kita harus mengambil langkah segera dan efektif untuk menyelamatkan samudra dari kontaminasi dan polusi. Penangkapan ikan yang berlebihan juga berbahaya. Kondisi samudra yang sehat merupakan persyaratan penting untuk kesejahteraan seluruh umat manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar