Kamis, 02 Juli 2015

Belajar Tag Div

.....Isi dari artikel.....

Sabtu, 16 Maret 2013

Bagaimana Benua Terbentuk?

Di masa yang suram dan tua sejitar 50- juta tahun lau, massa benua yang besar membentuk blok tunggal yang disebut Pangea. Sisa Bumi ditutupi oleh massa air yang luas disebut Pantalaxia. Kemudian, terjadi gerakan yang sangat lambat tetapi mantap. Akibatnya, Pangea mulai pecah dan bagian-bagiannya saling terpisah. Potongan yang besat disebut lempeng tektonik tempat benua bergerak dalam arah yang berbeda saling menggeser satu sama lain. Saat pelat-pelat ini bergerak menjauh atau beraturan satu sama lain, benua yang besar pecah menjadi beberapa benua kecil membentuk laut yang baru. Pergerakan menjauh dan bertabrakan antar lempeng menyebabkan terjadinya lipatan pada kerak Bumi dan rantai gunung yang tinggi mulai tampak. Benua yang sekarang ini ada yang masih tetap salin bergeser dengan konstan meski sangat lambat. Teori Pergeseran Benua ini dikemukakan oleh ilmuan Jerman Alferd Wenger (1880-1930). Ia mengatakan bahwa seluruh daratan dahulu merupakan satu kesatuan yang membentuk sebuah benua super. Kemudian, terjadi retakan karena benturan lempeng-lempeng tektonik dan potongan massa daratan yang beesar mulai bergerak menjauh sehingga terbentuklah benua-benua yang dewasa ini. Jadi, pada mulanya, semua benua bersatu dalam satu benua super. Sekitar 10 juta tahun lalu, India pecah dan bergeser ke utara diikuti dengan pemisahan Australia dari Antartika. Amerika selatan juga pecah dari Afrika dan Amerika Utara dari Eropa, serta bergeser ketimur. Memang tidak ada bukti yang kuat unutuk membuktikan teori ini. Namun jika kita melihat peta dunia, kita akan menemukan bahwa berbagai benua mempunyai potongan daratan yang besar bila dicocokan akan akan membentuk satu benua besar. Bukti geologi juga mendukung teori ini. Struktur mineral yang ditemukan di berbagai benua menunjukan karakteristik yang sama. Bukti geologi menunjukan bahwa india masih bergerak ke utara. Juga menunjukan bahwa greenland bergeser perlahan dan konstan. Sekarang ini diketahui bahwa greenland pernah menjadi bagian dari Eropa, tetapi bergerak menjauhi Eropa dengan kecepatan sekitar 2 cm per tahun.

Selasa, 12 Maret 2013

Bagaimana Samudra Terbentuk?

Ahli geologi dan para ahli lain percaya dan bahwa Bumi terbentuk kira-kira 4600 juta tahun lalu dari awan  gas, debu, dan seterusnya yang besar. Kemudian, tercipta bola merah panas yang diselubungi apa yang jatuh dan terbentuknya lubang besar yang diisi dengan air hujan. Dengan demikian, tebentuklah samudra. Ini adalah perkiraan sederhana dan tidak ada yang diketahui dengan pasti mengenai pembentukan samudra, pot air yang luas dibumi ini. meskipun ssudah dilakukan banyak riset dan kemajuaan teknologi, laut dan samudra tetap merupakan misteri dan keajaiban alam. Tentu saja, pembentukan samudra dimulai segera setelah awan uap yang besar berubah menjadi air ketika Bumi menjadi dingin. Namun, kapan hal ini terjadi tepatnya atau seberapa tua usia samudra kita adalah sebuah pertanyaan yang sulit di jawab. Diperkirakan hal ini terjadi sekitar satu miliar tahun lalu. Perkiraan ini didasarkan pada penelitian garam mineral yang sekarang ini ditemukan disamudra dan lautan. Juga diperkirakan bahwa pada awalnya seluruh bumi tertutup air yang membentuk bentangan air yang kotinu dan tak berujung diatas seluruh dunia. Banyak daerah didunia yang pernah tenggelam beberapa kali. Sebagai contoh, endapan kapur, batu gamping, dan seterusnya yang terbentuk di Himalaya menunjukan bahwa daerah ini pernah berada dibawah laut yang dangkal, sebelum deretan pegunungan tersebut terbentuk. Para ahli geologi menemukan bahwa pada awalnya tidak ada Himalaya. Di antara India dan Tibet terdapat samudra yang luas dan dangkal. Massa daratan pada kedua sisi bertabrakan satu sama lain sebagai akibat pengeseran benua, mendorong daerah yang terletak dibawah air naik ke atas dan menciptakan Himalaya. Himalaya masih terus meninggi dan merupakan salah satu pegunungan termuda. India masih terus bergeser ke utara dengan kecepatan 2, 5-3 cm per tahun. Pembentukan samudra membutuh waktu cukup lama. Namun beberapa lamanya, tidak kita ketahui dengan pasti. Dewasa ini, hampir 75% permukaan bumi tertutup oleh badan air garam yang disebut samudra dan laut. Samudra dapat disebut sebagai perbatasan terakhir karena 90% dari sumber daya laut belum dimanfaatkan. Kebutuhan masa depan kita akan minyak, mineral, sumber energi yang diperbarui, makanan, gas alam, dan seterusnya akan dipenehui dari dasar samudra. Namun, kita harus mengambil langkah segera dan efektif untuk menyelamatkan samudra dari kontaminasi dan polusi. Penangkapan ikan yang berlebihan juga berbahaya. Kondisi samudra yang sehat merupakan persyaratan penting untuk kesejahteraan seluruh umat manusia.

Bagaimana Arus Samudra Terbentuk?

Arus samudra adalah saluran air hangat atau dingin yang disebabkan oleh variasi temperatur air. Perbedaan temperatur air di samudra dan laut mengakibatkan terbentuknya arus yang bergerak dari satu arah ke arah lain. Angin hangat bergerak ke bawah sementara air yang dingin keluar. Air yang lebih dingin terdorong ke  daerah samudra yang lebih hangat. Kecepatan dan arus ditentukan oleh angin dan perputaran bumi. Angin kencang yang meniup permukaan samudra menghasilkan arus di lapisan atas sampai kedalaman kira-kira 100 meter. Perputaran bumi membuat arus bergerak membelok. Biasanya arus bersudut tegak lurus dengan  daerah arah angin. Arus akan membelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di selatan.Samudra dan laut di sekitar khatulistiwa umumnya hangat karena menerima panas sinar matahari secara langsung dan total. Di khatulistiwa, sinar matahari langsung memancar ke bumi melalui atmosfer saat berjalan dengan jarak paling pendek dibanding ke dunia lainnya. Akibatnya, sinar hanya sedikit kehilangan panas. Saat air menjadi hangat, air akan memuai dan menjadi kurang padat. Angin yang besar menggerakan permukaan air yang hangat menjadi arus. Jadi, air yang tumpah akan digantikan dengan air yang lebih dingin yang berasal langsung dari kedalaman samudra. Air yang lebih dingin ini seri kaya nutrisi. Air di sekitar daerah kutub jauh lebih dingin. Arus samudra dapat berupa arus aliran atau arus keatas. Arus ke atas membawa air dingin yang kaya nutrisi untuk memberi makan plankton. Arus air Teluk Guinea dan Peru ( Humboldt ) adalah contohnya. Sungai taluk dan Kurosiwo / Arus  Jepang adalah contoh dari arus aliran sungai kecil dan cepat sementara aliran lebar dan bergerak lambat.

Bagaimana Sungai Terbentuk?

Sungai merupakan sumber air yang sangat besar. Sungai-sungai tersebut berasal dari gunung dan tempat-tempat yang sangat tinggi. Sungai mempunyai 3 tahapan, tahap pertama atau tahap gunung dimana air mengalir melewati gunung. Alirannya sangat cepat dan menghilangkan batu-batu yang dilewatinya. Tahap kedua adalah tahap pohon, pada lapisan ini sungai berada dibawahnya, mengendap mengairi tanah dan menyimpannya untuk jangka lama. Tahap ketiga adalah tahap delta, dimana air mengalir pelan. Lalu, sungai-sungai terbagi terbagi menjadi beberapa anak sungai dan menyimpan air tersebut sebelum akhirnya mengakir menuju laut. Pertemuan tiga anak sungai inilah yang kemudian disebut delta. Beberapa sungai mengalir ke danau atau meresap kedalam tanah. Aliran kecil maupun aliran besar bersama-sama membentuk sebuah sungai. Sungai mengalir air hujan ataupun air yang terbentuk dari salju dan es yang mencair. Lambat laun, sungai menghayutkan batu-batu dan tanah sehingga menyebabkan erosi dan terbentuk terusan yang dalam. Sungai memaikan peran penting dalam daur air dan peredaran air. Sungai mengaliri daratan yang dilewatinya. Beberapa sungai bersifat jangka panjang dan mengalir sepanjang tahun sementara lainnya jangka pendek atau musiman karena hanya mengalir dimusim hujan. Sungai ini membawa pasir, garam, mineral, dan substansi lain serta menyebabkan erosi. jika hujan lebat, sungai akan meluap menyebabkan kehilangan banyak nyawa dan harta. arus di hulu sungai biasanya kecil, tetapi menjadi deras ketika menghantam batu-batu besar, karang, dan air terjun. jauh kebawa didaratan, sungai menjadi lebih lebar dan  mulai mengalir lebih lancar ketika cabangnya mengalirkan air lebih banyak. Saat, mencapai laut, akan membelah menjadi cabang-cabang karena deposit pasir dan membentuk delta.