Ahli geologi dan para ahli lain percaya
dan bahwa Bumi terbentuk kira-kira 4600 juta tahun lalu dari awan gas,
debu, dan seterusnya yang besar. Kemudian, tercipta bola merah panas
yang diselubungi apa yang jatuh dan terbentuknya lubang besar yang diisi
dengan air hujan. Dengan demikian, tebentuklah samudra. Ini adalah
perkiraan sederhana dan tidak ada yang diketahui dengan pasti mengenai
pembentukan samudra, pot air yang luas dibumi ini. meskipun ssudah
dilakukan banyak riset dan kemajuaan teknologi, laut dan samudra tetap
merupakan misteri dan keajaiban alam. Tentu saja, pembentukan samudra
dimulai segera setelah awan uap yang besar berubah menjadi air ketika
Bumi menjadi dingin. Namun, kapan hal ini terjadi tepatnya atau seberapa
tua usia samudra kita adalah sebuah pertanyaan yang sulit di jawab.
Diperkirakan hal ini terjadi sekitar satu miliar tahun lalu. Perkiraan
ini didasarkan pada penelitian garam mineral yang sekarang ini ditemukan
disamudra dan lautan. Juga diperkirakan bahwa pada awalnya seluruh bumi
tertutup air yang membentuk bentangan air yang kotinu dan tak berujung
diatas seluruh dunia. Banyak daerah didunia yang pernah tenggelam
beberapa kali. Sebagai contoh, endapan kapur, batu gamping, dan
seterusnya yang terbentuk di Himalaya menunjukan bahwa daerah ini pernah
berada dibawah laut yang dangkal, sebelum deretan pegunungan tersebut
terbentuk. Para ahli geologi menemukan bahwa pada awalnya tidak ada
Himalaya. Di antara India dan Tibet terdapat samudra yang luas dan
dangkal. Massa daratan pada kedua sisi bertabrakan satu sama lain
sebagai akibat pengeseran benua, mendorong daerah yang terletak dibawah
air naik ke atas dan menciptakan Himalaya. Himalaya masih terus meninggi
dan merupakan salah satu pegunungan termuda. India masih terus bergeser
ke utara dengan kecepatan 2, 5-3 cm per tahun. Pembentukan samudra
membutuh waktu cukup lama. Namun beberapa lamanya, tidak kita ketahui
dengan pasti. Dewasa ini, hampir 75% permukaan bumi tertutup oleh badan
air garam yang disebut samudra dan laut. Samudra dapat disebut sebagai
perbatasan terakhir karena 90% dari sumber daya laut belum dimanfaatkan.
Kebutuhan masa depan kita akan minyak, mineral, sumber energi yang
diperbarui, makanan, gas alam, dan seterusnya akan dipenehui dari dasar
samudra. Namun, kita harus mengambil langkah segera dan efektif untuk
menyelamatkan samudra dari kontaminasi dan polusi. Penangkapan ikan yang
berlebihan juga berbahaya. Kondisi samudra yang sehat merupakan persyaratan penting untuk kesejahteraan seluruh umat manusia.