Di masa yang suram dan tua sejitar 50- juta tahun lau, massa benua yang besar membentuk blok tunggal yang disebut Pangea. Sisa Bumi ditutupi oleh massa air yang luas disebut Pantalaxia. Kemudian, terjadi gerakan yang sangat lambat tetapi mantap. Akibatnya, Pangea mulai pecah dan bagian-bagiannya saling terpisah. Potongan yang besat disebut lempeng tektonik tempat benua bergerak dalam arah yang berbeda saling menggeser satu sama lain. Saat pelat-pelat ini bergerak menjauh atau beraturan satu sama lain, benua yang besar pecah menjadi beberapa benua kecil membentuk laut yang baru. Pergerakan menjauh dan bertabrakan antar lempeng menyebabkan terjadinya lipatan pada kerak Bumi dan rantai gunung yang tinggi mulai tampak. Benua yang sekarang ini ada yang masih tetap salin bergeser dengan konstan meski sangat lambat. Teori Pergeseran Benua ini dikemukakan oleh ilmuan Jerman Alferd Wenger (1880-1930). Ia mengatakan bahwa seluruh daratan dahulu merupakan satu kesatuan yang membentuk sebuah benua super. Kemudian, terjadi retakan karena benturan lempeng-lempeng tektonik dan potongan massa daratan yang beesar mulai bergerak menjauh sehingga terbentuklah benua-benua yang dewasa ini. Jadi, pada mulanya, semua benua bersatu dalam satu benua super. Sekitar 10 juta tahun lalu, India pecah dan bergeser ke utara diikuti dengan pemisahan Australia dari Antartika. Amerika selatan juga pecah dari Afrika dan Amerika Utara dari Eropa, serta bergeser ketimur. Memang tidak ada bukti yang kuat unutuk membuktikan teori ini. Namun jika kita melihat peta dunia, kita akan menemukan bahwa berbagai benua mempunyai potongan daratan yang besar bila dicocokan akan akan membentuk satu benua besar. Bukti geologi juga mendukung teori ini. Struktur mineral yang ditemukan di berbagai benua menunjukan karakteristik yang sama. Bukti geologi menunjukan bahwa india masih bergerak ke utara. Juga menunjukan bahwa greenland bergeser perlahan dan konstan. Sekarang ini diketahui bahwa greenland pernah menjadi bagian dari Eropa, tetapi bergerak menjauhi Eropa dengan kecepatan sekitar 2 cm per tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar