Selasa, 12 Maret 2013

Bagaimana Arus Samudra Terbentuk?

Arus samudra adalah saluran air hangat atau dingin yang disebabkan oleh variasi temperatur air. Perbedaan temperatur air di samudra dan laut mengakibatkan terbentuknya arus yang bergerak dari satu arah ke arah lain. Angin hangat bergerak ke bawah sementara air yang dingin keluar. Air yang lebih dingin terdorong ke  daerah samudra yang lebih hangat. Kecepatan dan arus ditentukan oleh angin dan perputaran bumi. Angin kencang yang meniup permukaan samudra menghasilkan arus di lapisan atas sampai kedalaman kira-kira 100 meter. Perputaran bumi membuat arus bergerak membelok. Biasanya arus bersudut tegak lurus dengan  daerah arah angin. Arus akan membelok ke kanan di belahan bumi utara dan ke kiri di selatan.Samudra dan laut di sekitar khatulistiwa umumnya hangat karena menerima panas sinar matahari secara langsung dan total. Di khatulistiwa, sinar matahari langsung memancar ke bumi melalui atmosfer saat berjalan dengan jarak paling pendek dibanding ke dunia lainnya. Akibatnya, sinar hanya sedikit kehilangan panas. Saat air menjadi hangat, air akan memuai dan menjadi kurang padat. Angin yang besar menggerakan permukaan air yang hangat menjadi arus. Jadi, air yang tumpah akan digantikan dengan air yang lebih dingin yang berasal langsung dari kedalaman samudra. Air yang lebih dingin ini seri kaya nutrisi. Air di sekitar daerah kutub jauh lebih dingin. Arus samudra dapat berupa arus aliran atau arus keatas. Arus ke atas membawa air dingin yang kaya nutrisi untuk memberi makan plankton. Arus air Teluk Guinea dan Peru ( Humboldt ) adalah contohnya. Sungai taluk dan Kurosiwo / Arus  Jepang adalah contoh dari arus aliran sungai kecil dan cepat sementara aliran lebar dan bergerak lambat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar